"Ketika saya dipanggil ke sini (Cikeas) saya kaget, kok bisa Agus ya, padahal kariernya bagus. Ternyata konsepnya bagus, dia mengorbankan karier, kepentingan pribadi," kata Sylviana saat dihubungi wartawan, Jumat (23/9).
Deputi bidang Kebudayaan dan Pariwisata Gubernur DKI Jakarta ini mengaku dia sama sekali tak terpikir untuk menjadi calon wakil gubernur. Menurut Sylviana, pemanggilannya ke Cikeas tadi malam, dianggap sebagai uji kelayakan dan kepatutan untuk mendampingi Agus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Indonesia Asian Games Organizing Committee 2018 ini mengaku tak menjadi kader partai politik melainkan dari jalur birokrat.
Sylviana mengklaim, siap melakukan pengabdian dan berjuang melayani masyarakat
Sylviana dipercaya mendampingi anak Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dia diusung empat partai politik yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Poros Cikeas itu sepakat memilih Sylviana setelah mengundangnya ke kediaman SBY Jumat malam.
Agus dan Sylviana resmi digadang untuk menjadi lawan bagi pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djaraot Syaiful Hidayat. Keputusan mengusung Agus-Sylviana dilakukan pada Jumat dini hari setelah pertemuan maraton digelar di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, sejak Rabu malam (21/9) hingga Jumat dini hari. (rdk)