Upacara pelantikan dilaksanakan di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (23/9). Mutasi tercantum dalam Keputusan Kapolri Nomor KEP/933/IX/2016 yang diedarkan lewat surat telegram nomor ST/2253/IX/2016.
"Ini sebuah konsekuensi dari kereta yang sudah bergerak, karena Kalemdikpol sebelumnya, Bapak Syafruddin, sudah menjadi Wakapolri. Jabatan yang ditinggalkan harus diisi," kata Tito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Tito juga melantik Brigadir Jenderal Bambang Sunarwibowo sebagai Asisten Kapolri bidang Perencanaan. Ada pula Brigadir Jenderal Rio Septianda yang dilantik sebagai Kapolda Aceh menggantikan Inspektur Jenderal Husein Hamidi.
Pesan Tito kepada Rio kurang lebih sama dengan pesannya kepada Iriawan. Dia berharap Kapolda baru bisa sukses mengamankan Pilkada.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan jabatan Kadiv Propam masih belum terisi. "Mudah-mudahan pekan depan sudah ada penggantinya, rencananya begitu," kata Boy.
Dalam cara pelantikan tampak hadir para pejabat utama Polri termasuk Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin. Hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Menteri Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan jajaran Komisi Kepolisian Nasional. (rdk)