"Sedikit banyak, malam ini kami akan paparan lengkap dari masing masing pejabat utama di sana (Polda Metro). Kami minta analisis intelijen, kemudian Karo Ops dan Polres lain yang memaparkan kepada saya," kata Iriawan usai acara pelantikan di Markas Besar Polri, Jakarta.
"Karo Ops, Polres semua akan memaparkan kepada saya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski begitu, sudah disiapkan operasi tersebut (pengamanan Pilkada). Kami akan cek ke lapangan, setelah ini kami akan ke KPU untuk melihat proses pendaftaran para calon," ujarnya.
”Pengamanan Pilkada, lanjut dia, adalah prioritas utama tugas yang dia emban sebagai polisi nomor satu di Jakarta. Sementara hal lainnya yang bersifat harian dia sebut "biasa saja."
"Kami akan all-out penanganan Pilkada wilayah Jakarta. Intinya bagaimana suksesnya pilkada tersebut, kalau Ibu Kota aman terkendali, itu barometer dari Pilkada secara keseluruhan," kata Iriawan.
Jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan yang ditinggalkan Iriawan hingga kini belum diisi. Mabes Polri sebelumnya menyatakan pengganti Iriawan rencananya ditentukan pekan depan.
Iriawan mengatakan dirinya sudah berkomitmen menindak tegas polisi yang melakukan pelanggaran. Diharapkan, penggantinya kelak bisa meneruskan hal tersebut.
“Memang ada beberapa kasus belum selesai, terakhir Dirnarkoba Polda Bali. Rekomendasi kami sudah dilakukan, Kapolda copot anggota tersebut," kata Iriawan.
Selanjutnya, jadi tugas Kadiv Propam yang baru untuk menentukan nasib perwira yang diduga melakukan pemerasan itu. "Kami lakukan pemeriksaan nanti. Kalau nanti ke ranah pidana umum, kami lakukan," kata Iriawan.
Sementara untuk kasus lainnya yang juga mencuat, yakni dugaan penganiayaan oleh Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti, Iriawan enggan berkomentar. "Nanti disampaikan Kadiv Humas. Datanya sudah di beliau semua," ujarnya. (tyo)