Agus Yudhoyono tak lagi menjadi bagian dari keluarga besar militer Indonesia setelah dirinya mendaftarkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta di KPUD.
Wajahnya terlihat tenang saat mendaftar. Namun, hal itu tak mencerminkan saat dirinya berpidato di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jakarta Pusat, kemarin (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyatakan rasa cintanya kepada TNI tak akan pernah pudar meski sekarang dirinya berstatus sebagai politisi.
Tak hanya itu, ia juga berterima kasih kepada semua prajurit yang selama ini ia pimpin.
Usai mengucapkan terima kasih, Agus kembali terdiam. Matanya tampak berkaca-kaca. Ia pun menarik nafas dalam untuk melanjutkan kembali pidatonya.
"Di jajaran TNI yang saya cintai dan saya banggakan. Saya katakan bahwa saya siap untuk melakukan pengabdian yang lain di dunia politik dan pemerintahannya," tuturnya.
"Sejatinya dari TNI pula saya belajar bahwa mengabdi untuk masyarakat tidak mengenal batas waktu dan tidak mengenal wilayah penugasan," ucapnya.
Hari ini, Agus telah mengirimkan surat pengunduran dirinya dari dunia militer. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono telah menerima pengunduran diri Mayor Agus Harimurti Yudhoyono.
Sebelum mengundurkan diri, Agus menjabat Komandan Batalyon Infantri Mekanis 203/Arya Kemuning. Ia hari ini berencana resmi mengundurkan diri dari keanggotaan TNI untuk kemudian terjun di dunia politik.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyayangkan keputusan Mayor Agus Harimurti Yudhoyono untuk meninggalkan dinas kemiliteran dan lebih memilih terjun ke dunia politik.
Gatot menyatakan, Agus merupakan salah satu perwira muda yang dipersiapkannya untuk menjadi pemimpin TNI di masa depan.
"Saya menyayangkan. Saya sudah siapkan dia jadi kader. Melihat kader pilih berpolitik itu berat. Tapi mundur itu hak pribadi. Kader yang lainnya pasti nanti akan ada lagi," kata Gatot di Markas Besar TNI, Jakarta.
Poros Cikeas telah mantap mengusung Agus dan pasangannya Sylviana Murni untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.
Tak hanya menjadi tandingan dari Ahok, Agus dan Sylviana juga harus dapat mengalahkan calon gubernur Anies Baswedan yang telah diusung oleh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
Jelas, ini menjadi pertarungan sekaligus 'pertaruhan' yang sangat besar dalam perjalanan hidup Agus. (wis)