"Tiga sudah diamankan, saat ini masih diperiksa. Belum disimpulkan peran tiga orang ini," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Markas Besar Polri, Jakarta.
Menurutnya, ketiga orang itu menjalani pemeriksaan intensif sejak dini hari tadi. Status hukum mereka, kemungkinan akan ditentukan besok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kerusuhan di Gowa, Kantor DPRD Terbakar |
"Kami menyesalkan aksi provokasi tersebut dan mengimbau masyarakat Gowa dan tokoh masyarakat tidak ikut-ikutan," ujar Boy.
Walau demikian, polisi masih belum bisa memastikan hal tersebut. Menurut Boy, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Anton Charliyan sudah bertemu dengan tokoh adat untuk menyikapi dan mencari tahu masalah yang sebenarnya.
"Semalam juga sudah minta izin, makanya memang pengamanan di Makassar. Tahu-tahu di perjalanan karena dari Gowa, belok di gedung DPRD Gowa, tahu-tahu masuk saja dan langsung membakar begitu," kata Anton.
Ketika diklarifikasi pada sekelompok massa tersebut, kata Anton, ternyata memang tidak ada skenario membuat kerusuhan seperti itu. Mereka mengaku menyesalkan kenapa sebagian dari kelompoknya melakukan pembakaran.
"Jadi justru mereka juga mengutuk dan menyatakan itu bukan perbuatan dari aksi yang akan mereka lakukan," ujarnya.
Karena itu, polisi menduga ada kelompok tertentu yang ingin membuat keributan di tengah polemik. "Yang jelas kemungkinan ada kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan situasi ini," kata Anton. (sur/obs)