Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta seluruh elemen bangsa jangan saling menyalahkan agar tak muncul kebencian pada masa sekarang dan mendatang.
Masalah pada masa lalu, kata Wiranto, jangan sampai menjerat rakyat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun menegaskan, sikap politik pemerintah hari ini diambil melalui diskusi dengan seluruh elemen terkait. Sikap itu terdiri dari tiga butir.
Kedua, pemerintah prihatin atas jatuhnya korban dalam peristiwa 1965 dan secara sungguh-sungguh berusaha menyelesaikan dugaan terjadinya pelanggaran HAM berat itu melalui proses nonyudisial yang seadil-adilnya.
Ketiga, pemerintah mengajak dan memimpin seluruh bangsa Indonesia, dengan mengedepankan ideologi Pancasila, untuk sama-sama merajut kerukunan bangsa agar peristiwa itu tak terulang di masa kini dan masa depan.
Pemerintah, kata Wiranto, mendengar semua pendapat dan mengambil satu frasa untuk menyelesaikan semuanya ke arah yang benar.
"Kebijakannya ke mana, jangan sampai masing-masing punya pendapat," kata dia.
Sejumlah menteri Kabinet Kerja juga turut hadir, antara lain Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Selain itu, hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, dan Jaksa Agung M. Prasetyo.
Dari jajaran DKI Jakarta, tampak Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama hadir didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana.