Yang dimaksud partai kunci ialah yang memiliki perolehan suara paling besar di antara partai-partai lain yang tergabung dalam koalisinya.
Dari kubu petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, ketua tim pemenangan dijabat oleh Prasetyo Edi Marsudi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Prasetyo selama ini duduk di kursi Ketua DPRD DKI Jakarta. Ia juga Sekretaris DPD PDIP Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum PDIP memutuskan mengusung Ahok, politikus Golkar Nusron memimpin tim sukses. Golkar ketika itu sudah siap memenangkan Ahok, bersama Hanura dan NasDem.
Dalam rapat bersama PDIP-Golkar-Hanura-NasDem, diputuskan posisi ketua tim pemenangan berganti, dan jatuh ke tangan Prasetyo.
Ekspansi PDIP di tim pemenangan Ahok-Djarot terlihat dari susunan kepengurusan yang beredar luas. Kader-kader terbaik PDIP, di tingkat Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta, dikerahkan untuk memenangkan pasangan petahana.
Sementara Nusron yang telah meletakkan jabatan sebagai ketua tim pemenangan, namanya tak ada di daftar susunan keanggotaan.
Nusron Wahid mundur dari ketua tim pemenangan Ahok setelah PDIP bergabung dalam koalisi pendukung sang petahana. (CNN Indonesia/Aghnia Rahmi Syaja'atul Adzkia) |
Sementara tiga partai lain dalam Poros Cikeas mendapat jatah posisi wakil ketua tim pemenangan. Para wakil ini terdiri dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, Ketua DPW PPP Jakarta Abdul Aziz , dan Ketua DPW PKB Jakarta Hasbiallah Ilyas.
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, adalah hal biasa jika kader Demokrat menjadi keta tim pemenangan.
"Wajar saja (ketua tim dari Demokrat), cagubnya (Agus Yudhoyono) saja dari sana. Jadi orang pertama di tim pemenangan itu juga partainya," kata Arsul.
![]() Ketua DPD Demokrat Jakarta Nachrowi Ramli (tengah) bersama Ketua DPW PAN Jakarta Eko Patrio (kiri) di kediaman SBY, Cikeas, Bogor, Kamis (22/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Mardani yang merupakan anggota DPR dan salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, akan dibantu oleh mantan politikus PDIP Boy Bernardi Sadikin. Putra gubernur Jakarta Ali Sadikin itu menjadi ketua relawan Anies-Sandi.
Keputusan Gerindra untuk menyerahkan jabatan ketua tim pemenangan kepada PKS agak berbeda dengan kedua kubu pasangan bakal calon lainnya.
Namun hal ini juga tak aneh, karena Mardani sebelumnya sempat digadang-gadang menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Sandiaga Uno. Hanya, dinamika politik menjelang penutupan masa pendaftaran cagub-cawagub membuat Mardani dan PKS harus mengalah.
Munculnya nama mantan Mendikbud Anies Baswedan –yang diyakini memiliki elektabilitas lebih baik – mengakibatkan Mardani tersingkir dari bursa.
Gerindra pun bahkan harus mengalah pada Anies, dan akhirnya menempatkan Sandiaga sebagai bakal calon wakil gubernur, bukan calon gubernur seperti rencana semula.
Nama-nama tim pemenangan ketiga kandidat telah didaftarkan ke KPU DKI Jakarta. Pertarungan memperebutkan kursi gubernur makin dekat. (agk)
Nusron Wahid mundur dari ketua tim pemenangan Ahok setelah PDIP bergabung dalam koalisi pendukung sang petahana. (CNN Indonesia/Aghnia Rahmi Syaja'atul Adzkia)