Bendahara tim pemenangan Ahok-Djarot, Charles Honoris mengatakan, nama Ruhut masuk ketika tim sedang berdiskusi dengan Prasetyo Edi sebagai ketua dalam menentukan nama juru bicara.
Ruhut yang diketahui telah mendeklarasikan sebagai pendukung Ahok sejak jauh hari, kemudian diusulkan untuk masuk dalam tim juru bicara. Ruhut pun menyatakan kesediaannya saat ia hubungi mengenai hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tidak ada komunikasi dengan Partai Demokrat untuk mengajak Ruhut masuk sebagai juru bicara tim pemenangan. Sebab, menurutnya hal ini tidak berkaitan dengan partai.
Selain itu, Ruhut mengaku siap mengundurkan diri sebagai anggota Komisi III DPR untuk memenangkan Ahok-Djarot. Sebelumnya, ia telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Partai Demokrat.
"Jabatan di DPR, tiga tahun lagi. Aku tinggalkan untuk memenangkan Ahok, mundur dari jabatan partai, DPR. Aku hanya jadi kader Demokrat, anggota biasa," kata Ruhut.
Meski mendapat respons negatif dari internal Partai Demokrat atas keputusannya mendukung Ahok, Ruhut mengklaim tetap loyal kepada sang ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengaku tidak peduli dengan omongan dari kader lain mengenai dirinya.
Hingga kini, sikap Ruhut masih dalam proses di Komisi Pengawas Internal Partai Demokrat. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan, meski sempat mundur, proses di Komisi Pengawas Internal atas sikap Ruhut masih berjalan.
"Karena pada saat pemanggilan kemarin itu Bang Ruhut belum bisa hadir," kata Agus.
Nantinya, kata Agus, hasil keputusan dari proses di Komisi Pengawas Internal terkait nasib Ruhut, akan diserahkan kepada SBY untuk diumumkan. (sur/obs)