Paket reformasi hukum tidak hanya dikerjakan Yasonna, tapi juga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, serta Kepala Staf Presiden Teten Masduki.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung Prasetyo pun dilibatkan dalam realisasi wacana reformasi hukum tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, reformasi dalam jangka panjang menargetkan munculnya budaya hukum baru yang mencakup efektivitas pendidikan hukum.
"Lebih baik kualitas dari pada kuantitas. Semangat pelayanan hukum, ramah investasi, dan izin-izin semua kami upayakan," ujarnya.
Kepala Staf Presiden Teten Masduki sebelumnya menyebutkan tiga fokus reformasi hukum yang diinginkan Jokowi, yakni reformasi kelembagaan, penanganan kasus, dan pembenahan pembuatan regulasi.
Selaku perumus, Teten berkata, draf paket akan dibawa dan dibahas dalam rapat terbatas. Paket ini nantinya, setelah disetujui presiden, dapat langsung diterapkan di seluruh lembaga penegak hukum bersamaan. (abm/sur)