"Kami blacklist. Selain blacklist ada yang kami lapor Bareskrim," kata Ahok sapaan Basuki di Gebangsari, Jakarta, Kamis (20/10).
Menurut Ahok, kontraktor itu menjadi biang keterlambatan pembangunan rusun, dan telah menyalahi standard operating procedure (SOP) pembangunan rusun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Rusun di Jalan Bekasi Km 2 sebanyak 300 unit dibangun oleh PT Padimun Golden,
4. Rusun Marunda 300 unit dibangun oleh PT Ganiko Adiperkasa,
5. Rusun Rawa Bebek 400 unit oleh PT Permata Dwi Lestari.
Kontraktor rusun itu, menurut Ahok, sebagian sudah mulai membangun fondasi bahkan dinding.
Menurut Ahok, kontraktor itu membuat kesalahan dalam membangun, seperti cor yang salah. Ahok juga menyebut anak buahnya menemukan bahan-bahan yang seharusnya tak digunakan, seperti plastik.
Lihat juga:DPRD Nilai Rendah Kinerja Ahok |
Lima proyek rusun yang dihentikan itu membuat target Ahok membangun 10 ribu unit rusun tak tercapai. "Tapi tetap kecapai bisa kok dua ribu sampai tiga ribu (unit) dapat," tutur Ahok.
Ahok mengaku tak masalah target tidak tercapai, ketimbang diteruskan tapi tidak maksimal.
Kedepannya, Ahok menjanjikan akan memilih kontraktor dengan selektif. Dia menyebut sudah meminta Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta untuk membuat sistem baru yang memungkinkan warga dapat memantau proses penyelesaian rusun.
Ahok juga menginginkan dalam satu lantai dihuni oleh saudara maupun yang dulunya tinggal satu kampung. "Jadi bisa saling ngawasin," ujar Ahok. (rel/rdk)