Djarot memulai pilot project program itu di Kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin malam (27/10). Setiap tikus yang ditangkap dihargai Rp20 ribu per ekor.
Menurut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, program yang dilakukan Djarot itu masih merupakan program pencanangan. Ke depannya, Saefullah menyatakan program yang menggunakan dana operasional Djarot itu, baru bisa dijalankan sebagai program Pemprov DKI Jakarta setelah dianggarkan dalam APBD 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan terus, itu kan bagian dari aspirasi masyarakat," kata Soni, sapaan akrab Sumarsono.
Kepala DKPKP Darjamuni menilai program membasmi tikus penting dilakukan mengingat populasi hama itu sulit dikendalikan.
Menurutnya, dalam setahun, tikus bisa melahirkan hingga tujuh kali dengan sekali melahirkan dapat mencapai 5-12 ekor.
Jika tidak dikendalikan, kata Darjamuni, tikus-tikus itu akan mengganggu kesehatan dan menjadi indikator lingkungan yang tidak bersih. (gil/agk)