Menteri Khofifah meminta semua pihak yang terkait untuk mengantisipasi sedini mungkin tren perubahan tersebut. Sebab, menurutnya, semua orang dari berbagai kalangan berpeluang terdampak dari peredaran narkotik.
"Saat ini sudah bergeser. Daerah di lingkungan pesantren diincar bandar narkotik untuk melakukan aksinya. Makanya, kami harapkan semuanya waspada," kata Khofifah di Pondok Pesantren Al-Amien Preduan, Sumenep, Madura, Minggu (30/10), seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya, ini dituntut peran kita. Seperti pesantren ini. Mari kita bersama-sama untuk menanggulangi hal ini. Begitu juga peran orang tua. Di sini juga dituntut peka dengan kondisi keluarganya," katanya.
"Jika isu radikal banyak pendonor dari luar negeri yang masuk untuk membantu deradikalisasi. Untuk narkoba saat ini belum ada untuk 'say no to drugs'," tutur Khofifah.
Dengan banyaknya masalah sosial yang muncul, Mensos berharap ada sinergi antara masyarakat dengan banyak pihak, termasuk pemerintah, untuk menyelesaikannya. Sinergi itu, kata Khofifah, terutama menyangkut penanganan narkotik yang penyebarannya sudah menyasar ke anak-anak. (wis)