Kapolres Mimika Ajun Komsaris Besar Viktor Makbon mengatakan, dari laporan yang diterima, pesawat nahas itu diperkirakan jatuh 12 kilometer ke arah barat laut.
Namun, hingga kini lokasi jatuhnya pesawat nahas tersebut belum bisa ditemukan atau dilihat langsung karena cuaca buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinyal pesawat Caribou dilaporkan terdeteksi pada koordinat 04 derajat 10 menit 92 derajat Bujur Timur dan 130 derajat 32 menit 36 derajat Bujur Timur. Lokasi itu diperkirakan berada di wilayah perbatasan Distrik Jila dengan Ilaga, Kabupaten Puncak.
Selain pilot dan kopilot, di dalam pesawat nahas itu juga ada dua awak lain, yakni Steven dan Endri Baringin.
Kepala Operasi Kantor SAR Timika Hendra Salawane mengatakan, helikopter itu mengangkut sejumlah personel SAR Timika dan personel Pasukan Khas TNI AU Timika untuk melakukan pencarian dari udara.
"Basarnas dan Paskhas akan berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian, sekaligus evakuasi para korban," kata Hendra.
Lihat juga:Pesawat Piper Warrior Jatuh di Cilacap |
Hendra mengatakan, pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Trigana Air yang terbang dari Sentani Jayapura ke Timika sempat melintas di atas lokasi pesawat Caribou yang hilang kontak itu.
Namun, pesawat Twin Otter tersebut tidak dapat mendeteksi keberadaan pesawat Caribou lantaran tertutup kabut yang cukup tebal.
Pesawat Caribou itu dibeli Pemkab Puncak pada 2015. Pengoperasian pesawat tersebut diserahkan kepada maskapai Trigana Air Service.
Pesawat itu baru diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budhi Karya sekitar dua bulan lalu di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak. (sur/agk)