Prabowo memberikan pelayanan terbaik kala Jokowi menyambangi kediamannya yang luas dan asri di bukit sejuk Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10). Jokowi disambut marching band, dijamu santap siang nasi goreng, dan diberi waktu untuk merasakan berkuda bak prajurit kavaleri.
Jokowi tak sendirian menyambangi sang mantan ‘musuh.’ Ia membawa sejumlah pejabat tinggi negara yang bisa dibilang merupakan para tangan kanannya di lingkaran satu Istana: Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gayung bersambut. Jokowi bercerita, suasana pertemuannya dengan Prabowo yang berlangsung selama hampir dua jam berlangsung santai dan cair. Rivalitas, kata sang Presiden, hanya terjadi saat Pilpres.
Meski begitu, ujar Jokowi, bisa saja memang ia dan Prabowo kembali berkompetisi dalam kontestasi politik mendatang.
“Mungkin nanti (pada Pemilu) 2019 ada rivalitas lagi. Tapi setelah itu bahu-membahu lagi,” ucap Jokowi.
Saat Prabowo dan Jokowi berkuda pun, keduanya menunjukkan kedekatan melalui berbagai candaan. Belum juga 10 menit berkuda, Jokowi dipuji Prabowo berbakat berkuda. Jokowi sampai dihadiahi topi Panama oleh Prabowo.
“Beliau rupanya punya bakat naik kuda. Beliau punya kelebihan, badannya ringan. Kuda suka yang ringan-ringan,” celutuk Prabowo, yang disambut gerai tawa oleh Jokowi.
Jokowi lantas menyambar canda Prabowo, “Ya, kan kudanya besar sekali, saya ringan. Saya lihat kudanya senyum-senyum.”
Sebelum rombongan Jokowi kembali ke Jakarta, Prabowo tak lupa melempar undangan untuk pertemuan berikutnya.
“Lain kali kalau ke sini jangan bawa wartawan, dan lain kali saya akan minta Pak Jokowi nyanyi,” kata Prabowo, tersenyum.
Pertemuan Jokowi dan Prabowo itu berlangsung di tengah tensi tinggi ibu kota menjelang rencana demonstrasi besar memprotes Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Jumat pekan ini, 4 November.