"Presiden menganggap dengan bertemu Prabowo bisa meredam aktivitas umat Islam," Munarman di Jakarta, Selasa (2/11).
Menurutnya, pertemuan tersebut tak akan meredam aksi unjuk rasa 4 November lantaran aksi sejumlah ormas Islam itu bertujuan menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipidana atas pernyataannya soal surat Al-Maidah. Ia menilai, penyataan Ahok telah menyakiti umat Islam di Indonesia. Tak ada kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, lantas Jokowi menemui Prabowo yang mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dalam konteks Pilkada Jakarta, Prabowo dan SBY berseberangan karena berbeda dukungan.
200 Ribu Pengunjuk Rasa
Dalam aksi 4 November Munarman memperkirakan akan diikuti oleh 200 ribu orang. Dengan jumlah sebanyak itu ia tak bisa menjamin aksi akan berjalan damai.
"Jangan tuntut manusia untuk memastikan keamanan. Semua sudah di tangan Allah. Kami sudah melakukan semaksimal mungkin," kata Munarman.
Meski demikian, ia mengaku, telah berkoordinasi dengan Kepolisian terkait aksi unjuk rasa tersebut.
Sama seperti demo sebelumnya, dalam aksi ini, FPI dan sejumlah ormas Islam lain mengusung agenda mendesak Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk segera mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.
"Saya kira harus ada percepatan penyelesaian kasus ini. Bareskrim harus beri prioritas," ujar Munarman.
Munarman menilai, lambatnya penanganan kasus Ahok akan mempengaruhi iklim sosial dan politik masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta.
Proses hukum Ahok di Kepolisian hingga kini masih terus berjalan.
Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan sejumlah saksi telah dijadwalkan untuk diperiksa, termasuk saksi ahli dan Front Pembela Islam selaku pelapor.
"Tapi FPI minta ditunda. Minta Selasa atau Rabu. Padahal kami maunya cepat," kata Tito.
Ahok sendiri sudah mendatangi penyidik untuk mengklarifikasi. Hal ini dia lalukan atas inisiatif sendiri, sebelum dipanggil. Polisi pun menghargainya.
"Tadinya mau dipanggil tapi datang sendiri ya silakan, lebih baik," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu. (sur/wis)