"Mereka telah secara khusus mendukung satu sama lain untuk meniru pendukung muda ISIS dari Tangerang yang menikam beberapa polisi, dan kemudian ditembak dan dibunuh. Keberaniannya telah dikutip dalam edisi terbaru buletin ISIS, Al-Naba," kata Jones dalam tulisannya di www.lowyinstitute.org dengan judul Why Indonesian Extremists are Gaining Ground.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dia mengkritik Presiden Jokowi dan politikus senior lainnya dengan sengaja menghindari setiap kritikan soal kelompok garis keras, meskipun jelas mereka mengkhawatirkannya.
Kelompok lintas organisasi yang menamakan diri Gerakan Nasional Penjaga Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPFMUI) akan menggelar demonstrasi esok, Jumat (4/11).
Aksi unjuk rasa massa Islam itu bertujuan agar aparat penegak hukum menghukum calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena diduga melakukan penistaan agama terkait dengan pengutipan salah satu ayat Al-Maidah.
Rencananya ada sekitar ribuan orang yang akan long march dari Masjid Istiqlal kemudian menuju Balai Kota dan Merdeka Barat lewat Patung Kuda dan selanjutnya Istana Presiden.
Pihak kepolisian bersama TNI pun telah menyiagakan 18.000 personel keamanan untuk mengawal demo itu. (rel/asa)