Sejumlah orang diketahui melakukan kerusuhan dan membakar sepeda motor, bahkan menjarah sebuah toko ritel. Aksi kerusuhan ini sempat mengganggu kegiatan masyarakat.
"(Kerusuhan) Murni kriminal, ingin manfaatkan situasi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penjarahan, Boy mengatakan, warga yang melakukan kerusuhan itu juga memiliki keinginan untuk merusak kendaraan yang melintas. Beruntung, tindak kekerasan di Penjaringan itu dapat dikendalikan aparat beberapa jam kemudian.
Dalam kerusuhan di Penjaringan, sejumlah orang bahkan melempari aparat, polisi dan TNI dengan batu. Aparat juga telah menembakkan gas air mata dan water canon untuk memukul mundur masyarakat.
"Mereka (penjarah) tidak jadi bagian dari pengunjuk rasa di Medan Merdeka Barat. Ini murni kriminal," ujarnya.
Boy menduga kericuhan semalam memiliki koordinator. Meski demikian, ia masih belum dapat menyebutkan dalang aksi tersebut karena masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut.