“Diduga ada komando lain ini. Harus dicari siapa yang memberi komando,” kata Rizieq.
Komando lain yang dimaksud oleh Rizieq adalah rentetan peluru gas air mata yang menghujani peserta demo kala mereka sedang berdoa. Walaupun di saat itu Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Tito Karnavian meminta tembakan gas air mata berhenti, pasukan di lapangan mengabaikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, GNPFUI juga menyatakan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo tidak tepat dalam merespon tuntutan demonstrasi kali ini. GNPF MUI yang menuntut proses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan agama tidak merasa puas dengan solusi yang diutarakan Jokowi dalam pidatonya kemarin malam.
“Kami menolak respon Jokowi dan tetap di tuntutan semula agar Ahok ditangkap,” tegas Ketua Umum GNPF MUI Bachtiar Nasir dengan nada tinggi.
Demo besar 4 November kemarin yang diikuti oleh lintas organisasi Islam berjalan damai yang berlangsung semenjak salat Jumat selesai. Namun memasuki malam hari, beberapa titik terjadi kerusuhan seperti di Jalan Merdeka Utara, di area tempat tinggal Ahok, serta di Penjaringan.
Setelah keributan mereda dan massa membubarkan diri di kawasan demo, Jokowi berjanji memerintahkan penegak hukum untuk bekerja tegas, cepat, dan transparan dalam mengusut dugaan penistaan agama oleh Ahok. (pit)