Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono menduga aktor intelektual tersebut memobilisasi dan mendanai agar kericuhan terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awi menegaskan, langkah ini dilakukan guna mengetahui penyebab awal kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut.
Kericuhan pecah di sekitar Istana Merdeka di pengujung demonstrasi 4 November. Massa demonstran melempari barikade petugas keamanan dengan botol, kayu, dan batu. Seorang wartawan televisi diamankan kepolisian akibat kericuhan tersebut.
Polda Metro Jaya telah mengamankan sepuluh orang yang diduga sebagai provokator dalam aksi unjuk rasa yang beakhir ricuh.
Namun, sepuluh orang itu dibebaskan lantaran pihak kepolisian belum memiliki alat bukti yang kuat untuk menjadikan mereka sebagai tersangka.
Dalam unjuk rasa Jumat pekan lalu, sempat terjadi saling dorong-dorongan disertai pelemparan botol dan batu kepada personel kepolisian. Akibat perlawanan dari massa, polisi terpaksa menembakkan gas air mata kepada para demonstran.
Akibat kericuhan tersebut, satu orang warga meninggal karena mengalami asma. Selain itu ada 21 kendaraan, baik milik TNI-Polri atau umum yang dirusak dan tiga kendaraan di antaranya dibakar. Jumlah demonstran yang mengalami luka sekitar 250 orang.
Di luar massa demo, sebanyak 100 orang mengalami luka. Mereka terdiri dari 79 personel Polri (11 di antaranya dirawat inap), 15 masyarakat umum, lima personel TNI, dan satu personel Pemadam Kebakaran.
(obs)