Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menyebut selama ini Terminal Pulogebang belum beroperasi secara normal. Hal itu disebabkan oleh fasilitas yang belum memadai, jumlah bus yang masuk masih sedikit, dan kios-kios belum terisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 250 perusahaan otobus yang ditargetkan beroperasi di Pulogebang, baru terdapat 39 perusahaan di terminal itu. Soni menjelaskan, jumlah perusahaan yang sedikit berimbas pada aliran masuknya bus, sehingga kios yang bergantung pada pembeli tak berkembang.
"Kalau enggak digratiskan dalam jangka waktu tertentu, ya kami berikan insentif. Kami lakukan perhitungan dulu, mungkin minggu depan kami putuskan," tutur Soni.
Tidak hanya itu, Soni juga memerintahkan Dinas Perhubungan untuk menertibkan terminal bayangan. Tujuannya agar perusahaan otobus yang biasa menarik penumpang ditempat itu berpindah ke Pulogebang.
Terminal Pulogebang merupakan terminal antar kota antar provinsi (AKAP) yang sebenarnya sudah diresmikan dan mulai beroperasi pada 2012. Namun terminal yang disebut-sebut sebagai terminal terbesar di Asia Tenggara itu tak beroperasi optimal hingga saat ini. (les)