“Kalau kita mendengar informasi dari pihak kepolisian dan Bapak Panglima, beliau mengatakan memang ada pihak-pihak tertentu yang bermaksud menunggangi aksi damai kemarin," kata Lukman di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (8/11).
Lukman mengatakan, selama ini kementeriannya telah mengantisipasi munculnya sejumlah kelompok radikal di Indonesia. Dia menyebut salah satu program utama Kemenag adalah menjaga dan memelihara kualitas kehidupan keagamaan untuk mengembangkan ke arah yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa membakar mobil aparat kepolisian. Aksi itu dibalas dengan tembakan gas air mata oleh polisi kepada para pengunjuk rasa. Kericuhan pun tak terhindarkan.
Menurut Lukman, polisi dan TNI memiliki data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Aparat intelijen masing-masing bekerja untuk memperoleh informasi yang dianggap mengancam keamanan negara.
Jumat malam, usai kerusuhan demonstrasi di sekitar Istana Negara, Presiden Joko Widodo menyatakan seluruh kekacauan yang mengakhiri unjuk rasa telah ditunggangi oleh aktor politik.
"Kami menyesalkan kejadian bakda Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor politik yang memanfaatkan situasi," kata Jokowi usai rapat terbatas di Istana Presiden, Jakarta, malam itu. (rdk)