"Kalau enggak ada komunikasi seperti itu, enggak ada peristiwa 4 November," ujar Soni, sapaan Plt itu, usai bertemu Pimpinan DPRD, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (8/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat dari awal suasana ini ada. Saya kira Pak Ahok orang yang bagus, cerdas, pintar, kerjanya keras. Dalam konteks komunikasi politik aja yang kita akui terus terang agak kurang saja. Sehingga kalau ini bagus, top sebagai pemimpin," kata Soni.
Sejak menjabat 28 Oktober lalu, Soni mengatakan sudah bertemu sebanyak tiga kali dengan pimpinan dan anggota DPRD untuk membina hubungan baik.
Hasilnya, Soni menganggap kehadirannya di Pemprov DKI Jakarta sebagai penyejuk. Komentar itu, kata Soni, disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik dan Abraham Lunggana alias Haji Lulung.
"Kehadiran saya menyejukkan mereka. Semuanya yang ngomong, Lulung dan Taufik," ujar Soni.
Selama ini Ahok kerap berseteru dengan Taufik dan Lulung dalam berbagai pembahasan antara eksekutif dan legislatif.
Taufik pun mengapresiasi cara Soni yang komunikatif, taat aturan dan berbeda dibanding Ahok. "Semua fraksi merasa dimanusiakan," kata Taufik.
Di sisi lain, sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Soni merasa harus bisa melekatkan hubungan antara Ahok dan DPRD DKI Jakarta.
"Kalau setelah saya jadi Plt kemudian mereka tetap begini, berarti saya enggak berhasil membangun komunikasi politik," ujar Soni. (wis/rel)