“Itu kepentingan kelompok saja. Tidak ada kudeta. Kalau ada kudeta, langsung tumpas saja,” kata Ryamizard di Pusdiklat Bahasa Kementerian Pertahanan, Pondok Labu, Jakarta, Selasa malam kemarin.
Menurut Ryamizard, demonstrasi yang diikuti banyak orang adalah konsekuensi sistem demokrasi yang dianut Indonesia. Pemerintah, kata dia, membebaskan warganya menyampaikan pendapat di muka umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya tidak tahu itu. Bapak Presiden menyampaikan itu, pasti ada masukan dari intelijen. Beliau lebih tahu dari saya,” katanya.
“Kami menyesalkan kejadian ba'da Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi rusuh. Kami lihat ini telah ditunggangi aktor politik yang memanfaatkan situasi,” kata Jokowi.
Sebelum memberikan pernyataan publik tersebut, Jokowi memimpin rapat terbatas di Istana Presiden. Rapat itu dihadiri, antara lain, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan.