Kehadiran Cucu Redakan 'Dendam' Antasari Azhar

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Kamis, 10/11/2016 15:53 WIB
Antasari Azhar menggebu-gebu memperjuangkan kasusnya sebelum memiliki cucu. Setelah jadi kakek, Antasari mengaku semua telah dia ikhlaskan. Mantan Ketua KPK Antasari Azhar saat konferensi pers kebebasan bersyaratnya di LP Tangerang, 10 November 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar langsung disambut istrinya Ida Laksmiwati begitu keluar gerbang Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas 1 Dewasa Tangerang, Banten. Ida lalu menyerahkan seorang bayi sembilan bulan kepada suaminya untuk digendong.

Antasari kaget.

Dia tidak mengenali bayi bernama Agia Bimala Antasari Putri itu. Ida langsung menjelaskan, bayi itu adalah cucu ketiga dari anaknya yang kedua.


Baru kali ini Antasari melihat cucunya yang paling kecil. Lelaki berkumis tebal itu lantas menggendong cucu mungil di depan pintu penjara, di mana ia menghabiskan tujuh tahun lebih masa hidupnya.

"Saya gendong, senang sekali. Nyaman. Saya tentram gendong cucu," kata Antasari saat ditemui di rumahnya di Kompleks Les Belles Mansion, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (10/11).
Saat dijebloskan ke penjara pada 2009, Antasari belum memiliki cucu. Anaknya belum ada yang menikah saat itu. Kini di hari pembebasannya, dia telah memiliki dua menantu dan tiga cucu.

Cucu pertama lahir ketika Antasari masih dalam penjara pada 2013. Kelahiran bayi yang lahir dari puteri pertama Antasari, Andita Dianoctora Antasariputri, itu mempengaruhi kehidupan Antasari.

Ia mengaku, dendam, amarah, dan rasa kecewa atas segala hal yang dia alamai mulai mereda. Antasari perlahan berusaha ikhlas atas semua persoalan hukum yang menjebloskannya ke penjara. Niat untuk membongkar kasus tersebut mulai dibuang.

"Saya masih menggebu dua-tiga tahun yang lalu, tapi setelah cucu saya lahir mulai saya reda, karena saya tidak mau kesibukan membongkar kasus atau segala macam itu malah membuat saya tidak bisa intens dengan mereka," kata Antasari.

Antasari tak ingin keluarganya, terlebih cucu-cucnya dilibatkan dalam masalah yang dia hadapi. Dia menerima semua sanksi hukum dan mengikhlaskannya.

"Saya terima. Kalau saya tidak ikhlas berat beban saya, saya sakit nanti. Saya ikhlaskan. Saya tidak dendam. Saya cuma percaya Tuhan yang akan membalasnya," katanya.
Setelah pembebasan bersyarat ini, bekas jaksa ini mengaku hanya ingin menikmati kehidupan bersama keluarga terutama mengurus cucu.

Acara khusus dibuat oleh keluarga untuk menyambut kepulangan Antasari. Salah satunya dengan menyajikan menu khas Jawa Timur favoritnya.

Menu seperti rujak cingur dan nasi rawon sudah dihidangkan. Makanan yang akrab di lidah Antasari sejak berpacaran dengan Ida di Malang.

"Setelah makan nanti tidak ada yang lain, main sama cucu saja," katanya.

Namun pria 63 tahun ini mengatakan, bukan tidak mungkin dirinya kembali terjun ke dunia hukum. Namun Antasari perlu berunding dengan sang istri. Bagaimanapun juga, bagi Antasari, tanpa restu dari keluarga pilihan itu tidak akan berjalan mulus.

"Saya akan rundingkan dengan istri. Kalau dulu saya enggak pernah tanya, mau jadi Ketua KPK saya daftar saja," tuturnya.

Antasari mengatakan, dunia hukum memang habitatnya selama ini. Dia berencana mengisi waktu luang sebagai dosen di fakultas hukum nanti. Sedikit berkelakar, dia juga ingin jadi wartawan yang banyak menulis soal hukum. (sur/rdk)