"Jaringannya belum tahu, masih dalam pemeriksaan di Polsek Samarinda Seberang," ujar Kapolres Samarinda Kombes Setyobudi Dwiputro kepada Detikcom, pada Minggu (13/11).
Setyobudi mengatakan, pelaku diketahui warga asal Bogor, Jawa Barat, dan menetap di Samarinda Seberang selama satu satu belakangan ini di sebuah masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia marbut masjid di Samarinda Seberang," Setyobudi menambahkan
Setelah melempar bom yang diduga molotov ke bagian depan gereja tersebut, J sempat melarikan diri ke Sungai Mahakam. Namun aksinya tepergok warga sekitar yang segera menangkap dan menyerahkannya ke Polsek Samarinda Seberang.
"Pelaku masih diperiksa di Polresta Samarinda," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada Detikcom, Minggu (13/11).
Belum diketahui latar belakang J melempar bom diduga molotov berdaya ledak ringan saat jemaat melaksanakan ibadah di Gereja Oikumene.
Akibat ulahnya, J melukai beberapa orang, empat di antaranya anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) yang berada di teras depan gereja tersebut.
Identitas balita korban ledakan Gereja Oikumene yang mengalami luka bakar dikonfirmasi oleh Setyobudi kepada Detikcom, yaitu:
1. Anita Christabel (2) beralamat di Kelurahan Harapan Baru.
2. Alfarou Sinaga (4), beralamat di Kelurahan Loa Janan.
3. Triniti Hutahaean (3) beralamat di Kelurahan Harapan Baru.
4. Intan Olivia Banjarnahor (3,5) beralamat di Kelurahan Harapan Baru.
Seluruh korban menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Muis Samarinda.