"Saya sudah perintahkan Kapolri untuk menangani, lakukan sebuah penegakan hukum yang tegas dan usut secara tuntas pelaku," kata Presiden di Hotel Bidakara, Jakarta.
Sebagaimana diketahui telah terjadi ledakan bom dengan daya ledak ringan di depan Gereja Oikumene di Kawasan Sengkotek, Loa Janan, Samarinda, Minggu sekitar pukul 10.00 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untuk sementara police line masih kami pasang. Olah TKP sudah. Kami mendalami motif, ikut jaringan mana, sambil memeriksa saksi-saksi,” ujar Fajar kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/11).
Fajar menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai sejumlah temuan di TKP. Dia hanya mengatakan, pria bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia berusia 32 tahun saat ini sedang diperiksa secara intensif di Polresta Samarinda.
Selain memeriksa Jo, sejumlah saksi juga sedang diperiksa, kata Fajar tanpa mau menjelaskan lebih rinci saksi-saksi dimaksud.
Sementara itu, Mabes Polri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukumnya kepada Polda Kaltim. (rdk)