"Caranya memang konvensional. Bom molotov itu mudah sekali buatnya. Tapi, bila melihat rekam jejak pelaku yang tertangkap, ini yang mesti disikapi secara serius. Pelaku ini kan mantan napi bom Puspitek Serpong, kelompok Pepy Vernando," ujar Hasanuddin dalam keterangan pers, Senin (14/11).
Hasanuddin mengatakan, terduga pelempar bom molotov itu juga dicurigai pernah bergabung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kaltim dan mempunyai jaringan dengan kelompok Anshori di Jawa Timur yang kabarnya akan membeli dan mendatangkan senjata api dari Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data akurat itulah dapat digunakan untuk melakukan pemberantasan teroris di lapangan. Tanpa data akurat kita akan kecolongan," pungkas Tubagus Hasanuddin.
Balita meninggal dunia
Salah seorang balita korban ledakan bom di Gejera Oikumene, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia pada Senin (14/11) sekitar pukul 04.00 WITA akibat menderita luka bakar yang parah.
Bocah perempuan berusia 2,5 tahun berinisal IOM, meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie Samarinda.
"Korban meninggal dunia akibat menderita luka bakar cukup parah yakni mencapai 78 persen," ujar Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda Rahim Dinata Majidi seperti dilansir dari Antara, Senin, (14/11).