Kepala Kepolisian Resor Singkawang Ajun Komisaris Besar Sandi Alfadien Mustofa kepada CNNIndonesia.com mengatakan kejadian tepatnya terjadi pada 3.00-3.15 WIB.
"Menurut penjaga Vihara ada percikan api dan suara botol pecah," ujar Sandi lewat sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kam sudah selidiki, olah TKP (tempat kejadian perkara), ambil keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Apapun yang terjadi tentu kami anggap serius, apalagi sedang Pilkada," kata Sandi.
Namun, diduga pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
"Itu perlu penyelidikan. Hingga kini masih belum bisa dilihat apakah ada dugaan terorisme," kata Sandi.
Walau demikian, selama ini keadaan di Singkawang kondusif dan tidak pernah terdeteksi adanya pergerakan jaringan terorisme.
Pascaledakan, situasi pun sudah kembali normal. "Jemaat juga sudah kembali beribadah di vihara," ujar Sandi.
Kini, polisi menggelar patroli bersama TNI dan mengimbau tempat-tempat ibadah mengadakan pengamanan swakarsa. Dia menegaskan masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian tersebut. (sur/rdk)