CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite di Jakarta, pekan ini, mengatakan tanggung jawab pelestarian orangutan dan habitatnya berada di pundak seluruh pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, sampai organisasi masyarakat.
"Pengalaman kami selama 25 tahun bekerja di bidang ini mengajarkan bahwa jika kita ingin berhasil, kita harus bekerja bersama-sama. Tidak hanya itu, kita juga butuh komitmen, ketekunan, dan kesabaran dalam mengerjakan upaya ini," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saat ini masih ada sekitar 700 orangutan dirawat di dua pusat rehabilitasi kami, yaitu Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur,” ujar dia.
Namun besarnya jumlah orangutan yang masih berada di pusat-pusat rehabilitasi, menurut dia, menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu diatasi dalam upaya pelestarian orangutan dan habitatnya, sebuah pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh Yayasan BOS.
"Apapun hasil yang kami capai saat ini, adalah sebuah perjalanan yang panjang, dan tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama dengan semua pihak yang selama ini terlibat berbagai upaya pelestarian orangutan dan habitatnya bersama Yayasan BOS. Namun dari sini, kita bisa melihat bahwa masih banyak yang masih harus kita lakukan untuk menjamin kelestarian orangutan dan habitatnya," ujar dia.
Apresiasi disampaikan pula kepada tokoh nasional seperti Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Zulkifli Hasan, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono, serta duta besar dari beberapa negara sahabat yang pernah membantu upaya konservasi.
Kehadiran mereka sangat diapresiasi oleh Yayasan BOS sebagai dukungan nyata dari pemerintah dan pengambil kebijakan tertinggi dalam upaya konservasi lingkungan nasional.
Selain itu, Yayasan BOS juga mengapresiasi sejumlah seniman dan tokoh publik yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan konservasi orangutan di Kalimantan seperti Bayu Oktara, Uli Herdinansyah, Hilbram Dunar, Muhammad Farhan, Jose Poernomo, Fade2Black, Nadine Alexandra Dewi Ames, Umay, Blink, Harsya Soebandrio, serta Komunitas Swara Maharddhika dan Orangutan Lifesaver.