"Sudah kami konfirmasi. Itu (isu Tito bertemu pegiat media sosial pendukung Ahok) fitnah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto di Jakarta, Jumat (25/11).
Rikwanto mengatakan, kepolisian memang selalu beraudiensi dengan pegiat media sosial dalam periode tertentu. Forum itu diadakan untuk mensosialisasikan pesan Polri kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enda berkata, pertemuan tanggal 23 November itu menghasilkan resolusi bertajuk Piagam Masyarakat Anti Hoax yang memuat sepuluh butir pemberantasan informasi palsu.
Enda berkata, akurasi fakta dari informasi yang belakangan beredar di media sosial menjadi perhatian banyak komunitas pegiat literasi internet.
Dari hasil pembicaraan dengan Tito, Enda menyebut beberapa pihak yang ingin memanfaatkan kasus Ahok untuk mengganggu stabilitas negeri. Salah satu caranya ditempuh melalui media sosial.