Ketua KPU DKI Sumarno berkata, akun Twitter bernama @KPU_Jakarta akan dilaporkan ke pihak kepolisian karena mereka melakukan sebuah survei pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Menurutnya, survei tersebut dinilai tidak resmi karena mengatasnamakan KPU DKI Jakarta.
"KPU DKI tidak pernah membuat polling apapun. Dan perlu saya tegaskan bahwa akun tersebut palsu. Official akun twitter kita @kpu_dki," kata Sumarno melalui keterangan tertulis, Selasa (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dasar hukumnya sudah jelas diatur dalam revisi UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Akun tersebut dengan sengaja atau tanpa hak telah memanipulasi dan menyebarkan informasi seolah-olah informasi tersebut bersumber dari pihaknya," tuturnya.
Dalam survei tersebut, cagub dan cawagub nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memperoleh dukungan terbanyak dengan raihan 72 persen suara. Sementara cagub dan cawagub petahana Basuki-Djarot menempati urutan kedua dengan perolehan 19 persen suara.
Urutan buncit pada survei tersebut ditempati cagub dan cawagub Agus-Sylvi dengan raihan 9 persen suara. Survei tersebut diikuti 2.969 responden. (pmg/yul)