Hari ini KPK telah melantik Febri Diansyah sebagai pengganti Johan. Sebuah proses panjang lantaran posisi strategis itu dibiarkan kosong selama lebih dari dua tahun.
Sebagai lembaga yang pernah memberikan penghargaan kepada Febri, Charta Politika menanggapi positif pelantikan Febri. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, penghargaan Charta Politika Award III salah satunya diberikan kepada Febri dengan kategori pengamat/atitivis paling berpengaruh tahun 2011.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Award itu, nama Febri mencuat di urutan teratas mengalahkan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dan Ray Rangkuti. Bagi Charta Politika, sangat mengejutkan bahwa aktivis antikorupsi bisa mengalahkan pengamat politik yang sebenarnya memiliki sebaran isu yang lebih banyak.
Apalagi, Johan adalah Jubir pertama KPK. Namun pemilihan Febri dianggap tepat lantaran dianggap memiliki kesamaan dengan Johan.
“Apalagi sebelumnya, KPK punya Jubir sekaliber Johan Budi yang disenangi media, memiliki trust publik. Kalau penggantinya kelasnya kalah di bawah Johan, otomatis berpengaruh ke branding KPK, apalagi publik enggak hapal nama-nama pimpinan,” ujarnya.
Yunarto berpendapat, setelah ditempa tiga tahun di KPK—sejak bergabung di lembaga antikorupsi itu tahun 2013—pemilihan Febri menggantikan Johan diperkirakan mendapat sorotan positif. Hal ini karena Febri telah dikenal luas oleh publik dan memiliki rekam jejak yang baik.
Dalam Charta Politika Awards 2012, lembaga riset itu memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dianggap berpengaruh. Mereka digolongkan dalam enam kategori, pimpinan kementerian/lembaga pemerintah, kategori politikus partai koalisi pemerintah, politikus partai oposan, kepala daerah, pengamat/aktivis, dan lifetime achievement. (rdk)