Aksi berjalan kaki diawali dengan mengunjungi rumah KH Musthofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus. Kedatangan para petani ke rumah Gus Mus untuk meminta doa dan restu.
Kepada warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Gus Mus berpesan agar masyarakat tetap tabah dalam berjuang menjaga kelestarian alam, khususnya menjaga alam Pegunungan Kendeng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta aksi dengan slogan Long March Kawal Kendeng berasal dari beberapa desa yang jaraknya berdekatan dengan lokasi pabrik Semen Indonesia, diantaranya Desa Tegaldowo, Timbrangan, Bitingan, Dowan dan Tengger.
"Di Pati ini ada beberapa warga yang juga akan ikut bergabung, juga dari Kudus dan Demak. Sekitar 200 masyarakat yang akan bergabung,” ujar Kordinator JMPPK Joko Priatno.
Menurut Joko, masyarakat akan menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan memintanya untuk izin lingkungan pabrik semen di Rembang.
Aksi berjalan kaki dari Rembang-Semarang ini telah dua kali dilakukan masyarakat yang menolak kehadiran pabrik semen. Aksi pertama dilakukan saat mengawal sidang gugatan di PTUN Semarang beberapa bulan lalu.
Majelis hakim agung yakni Yosran, Is Sudaryono, dan Irfan Fachruddin, pada 5 Oktober lalu, menyatakan izin lingkungan yang dimiliki PT Semen Indonesia di Rembang tidak sesuai dengan aturan hukum.
Putusan tersebut membatalkan tiga kemenangan perusahaan pelat merah itu di tiga tingkat peradilan sebelumnya.
Pada tahap banding dan kasasi, para petani tetap kalah. Novum yang mereka ajukan ke MA pada 4 Mei 2016 akhirnya memenangkan para petani Rembang. (yul)