“Isi video itu tidak benar atau hoax,” kata Wuryanto dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (6/12).
Video yang berdurasi 3 menit 30 detik menyebutkan penangkapan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein pada Jumat (2/12) memicu kemarahan perwira TNI AD. Kivlan, meski sudah pensiun disebut masih memiliki pengaruh di tubuh TNI AD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Perlakuan terhadap kedua purnawirawan tersebut pada hakikatnya sama dengan warga negara sipil lainnya, sehingga penangkapan dilakukan oleh Polri itu sudah benar,” kata Wuryanto.
Menurut Wuryanto video itu merugikan pihak TNI dan sangat berbahaya karena mengadu domba antara TNI, Polri dan masyarakat lainnya.
“Narasi dalam video tersebut menggiring persepsi masyarakat dengan tujuan membenturkan institusi TNI dan Polri serta Lembaga Kepresidenan,” jelas Wuryanto.
Video yang diunggah Dragon TV itu juga menyebutkan penangkapan dua jenderal purnawirawan TNI seolah mengingatkan peristiwa kelam G30S, di mana pra jenderal diculik setelah difitnah mendirikan Dewan Jenderal. Wuryanto mengingatkan berdasarkan rangkaian sejarah, siapapun dapat melakukan makar, termasuk oknum TNI.
“Siapapun yang akan melakukan makar kepada pemerintah yang sah akan berhadapan dengan seluruh komponen bangsa dan TNI-Polri sebagai garda terdepan,” tegas Mayjen TNI Wuryanto.
Wuryanto mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan selektif memilah dan memilih informasi yang disebarkan melalui media sosial oleh pihak yang tak bertanggung jawab. (yul)