Melalui akun media sosial Facebook dan Twitter resmi miliknya, Ridwan menyatakan permintaan maaf atas situasi yang dia anggap tidak perlu terjadi.
"Pemkot Bandung memohon maaf atas ketidaknyamanan dan semoga di masa depan koordinasi kegiatan ini bisa dilakukan dengan lebih baik oleh semua pihak," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
Foto: Screenshoot via Twitter/@ridwankamil |
Ridwan pun menyesalkan terjadinya kendala dalam beribadah karena persoalan miskoordinasi. Selama sifatnya insidental, Ridwan menilai tidak menjadi masalah kegiatan keagamaan menggunakan bangunan publik seperti Gedung Sabuga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap.
Yusri menuturkan kepolisian telah memediasi panitia KKR dan ormas yang melakukan protes di depan Sabuga. Setelah mediasi tersebut, kata Yusri, ibadah siang hari dapat diteruskan. Namun para pihak sepakat menunda agenda ibadah malam hari.
Foto: Screenshoot via Twitter/@ridwankamil