"Saya bangga atas upaya terobosan pembuatan film Seteru yang bertemakan bela negara dan mengandung pesan-pesan tentang persatuan dan kesatuan," ujar Ryamizard di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat (9/12).
Program Kesadaran Bela Negara merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pertahanan. Melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Kemhan bersama PT Dapur Film pimpinan Hanung Bramantyo membuat film Seteru untuk menyebarluaskan kesadaran bela negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih dan syukur itu apa wujudnya? Wujudnya adalah bela negara. Kalau enggak mau bela negara keluar aja dari negara ini," kata Ryamizard.
Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Timbul Siahaan mengatakan film Seteru merupakan film layar lebar program Kemhan dari anggaran 2016. Film ini akan diputar di bioskop. Sementara penyebarluasan film ini akan menggunakan anggaran 2017.
"Film bela negara Seteru merupakan upaya kreatif yang dilakukan melalui pembinaan kesadaran bela negara di tengah teknologi yang berkembang," katanya.
Film Seteru yang disutradarai Hanung Bramantyo ini menceritakan siswa dari dua sekolah menengah atas (SMA) yaitu SMA Kesatuan Bangsa dan SMA Budi Pekerti. SMA Kesatuan Bangsa didominasi siswa keturunan multietnis, sedangkan SMA Budi Pekerti didominasi siswa lokal pribumi.
Selama bertahun-tahun kedua sekolah terlibat permusuhan. Namun pada akhirnya mereka mampu bersatu dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Permusuhan tersebut berganti menjadi persahabatan yang erat. (pmg/rel)