Instruksi tersebut dipaparkan Jokowi kepada Basuki pada rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (16/12).
Basuki menuturkan, instruksi Jokowi itu serupa dengan program pascabencana yang dilakukan kementeriannya pada bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2005.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu kami akan dirikan sekolah sementara, mungkin dalam satu bulan. Akhir Januari semuanya dapat digunakan sambil menunggu pembangunan sekolah permanen selesai," tuturnya.
Penduduk yang bangunannya rusak berat mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp40 juta. Sementara, bangunan rusak sedang dihargai Rp15 juta.
Basuki menuturkan, Kementerian Keuangan mengalokasikan Rp2 triliun untuk rekonstruksi Aceh. Sedangkan dana siap pakai ditetapkan sebesar Rp250 miliar.
Kepala BNPB Willem Rampangilei menyatakan, kesiapan lembaganya untuk mempercepat proses rekonstruksi. Ia yakin program itu dapat diselesaikan akhir 2017.
"Pembangunan menyeluruh untuk masjid, sekolah, rumah sakit, dan jembatan dilakukan awal Februari. Sebelumnya kami harus membuat dokumen rencana aksi yang disepakati semua kementerian dan lembaga," kata Willem.