"Ah enggak ada itu. Bohong itu untuk teroris, teroris apa?" kata Najamuddin Ramly di Jakarta, Selasa (27/12).
Najamuddin mengatakan, bantuan yang diberikan oleh Bachtiar untuk kaum Muslim di Suriah yang teraniaya dan terzalimi, bukan untuk kelompok pemberontak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mabes Polri tengah menyelidiki dugaan bantuan dana dari Bachtiar Nasir kepada kelompok teror di Aleppo, Suriah. Dugaan bantuan dari Bachtiar Nasir itu ramai diperbincangkan di media sosial.
"Masih dalam penyelidikan. Ya, iya (dari Bachtiar). Itu kan ada di medsos ya, dalam penyelidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto.
Rikwanto mengatakan, bantuan dana ke Suriah merupakan merupakan hak setiap donatur. Polisi tidak memiliki kewajiban untuk melarang dan mencegah penyaluran. Namun, polisi akan menyelidikinya untuk memastikan bantuan diberikan kepada pihak yang berhak.
Lembaga kemanusian Indonesian Humanitarian Relief (IHR) membantah isu bahwa donasi yang digalang untuk Suriah ditujukan untuk membantu kelompok teror di negara tersebut. IHR menyebut isu itu sebagai fitnah.
Dalam situs resminya, IHR juga menyebut pihak yang mengaitkan mereka dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI berusaha melakukan usaha memecah belah solidaritas umat Islam. (rel/gil)