President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan menyatakan tindakan tegas diambil berdasarkan penelusuran dan juga laporan yang diterima pihak manajemen.
“Pilot yang diberhentikan karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap serta tindak yang tidak profesional dalam menjalankan tugas,” ujar Albert kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Albert menekankan, Citilink merupakan maskapai yang selalu memprioritaskan kenyamanan serta keselamatan penumpang. Oleh karena itu Citilink tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi karyawan yang bertindak tidak profesional serta mengabaikan kode etik dan integritas dalam bekerja.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar menjelaskan bahwa pemecatan itu didasarkan bentuk kecerobohan pilot. Bukan berdasarkan pilot diduga mabuk seperti yang tersebar di sosial media.
Walau begitu, Benny mengaku pilot yang bersangkutan memang tidak jelas saat berbicara saat mengumumkan penerbangan. Menurut Benny itu terjadi karena ia tergopoh-gopoh menuju pesawat.
"Memang ngelantur sih, kayak menyebutkan nama terus," kata Benny.
Menurut Benny, seharusnya pilot itu datang satu jam sebelum penerbangan untuk briefing dan cek kesehatan. Ketika telat, tim Citilink sudah mencegah pilot itu namun ia memaksa untuk ke pesawat.
Benny menuturkan saat tidak diperbolehkan menerbangkan pesawat, pilot itu langsung diwawancara dan dicek kesehatan di Cengkareng. Pilot itu mengaku bangun kesiangan sehingga telat ke bandara. Ia pun mengaku bersalah sehingga Citilink tak ragu untuk memecatnya.