"Fahmi hampir tidak pernah berhubungan dengan orang-orang di Bakamla," ujar Maqdir di kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/1).
Maqdir menuturkan, selama ini Fahmi hanya pernah membincangkan pengadaan alat pemantau satelit itu dengan seorang pengusaha bernama Fahmi Al Habsyi. Ia berkata, pengusaha itu bukan pegawai di PT MTI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi kini berstatus sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap. Ia dijerat karena dituduh menyuap Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi.
Lihat juga:Terduga Penyuap Pejabat Bakamla Ditahan KPK |
Uang tersebut diduga merupakan sebagian komitmen fee sebesar 7,5 persen dari nilai proyek pengadaan alat pemantau satelit di Bakamla sebesar Rp402,7 miliar.