Juru bicara Rachmawati, Teguh Santosa mengatakan, Partai Pelopor itu berasal dari Gerbang Nusantara. Mereka punya satu tujuan yang sama, yakni mengembalikan ke UUD 1945. Selain itu, dana diberikan kepada Alvin lantaran dirinya merupakan salah satu tokoh Gerbang Nusantara.
"Gerbang Nusantara itu sebagian besar mantan anggota Partai Pelopor. Mereka punya aksi yang sama kembali ke UUD 1945 yang asli," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Teguh, massa yang dijanjikan untuk bergerak sebanyak 10 ribu orang. Bahkan, jika berjalan sesuai rencana deklarasi akan dilakukan pada 17 Desember.
"Tadinya, kalau tanggal 2 Desember memang terlihat konsolidasinya bagus, Partai Pelopor akan dideklarasikan 17 Desember," ucapnya.
Salah satu konsolidasi itu berupa aksi menyerahkan petisi kembali ke UUD yang asli pada Jumat (2/12).
Teguh mengatakan, aliran dana Rp300 juta itu tidak berkaitan dengan makar. Hal itu juga telah disampaikan oleh Rachmawati saat jumpa pers pada 7 Desember, dan saat dua kali pemeriksaan polisi pada 20 Desember 2016 dan 3 Januari 2017.
"Mbak Rachma sudah berkali-kali menyampaikan hal ini secara terbuka. Bahwa uang tersebut akan digunakan untuk keperluan logistik aksi menyerahkan petisi kembali ke UUD 1945 yang asli," tuturnya.
Pihak kepolisian menyatakan Rachmawati menyumbangkan dana Rp 300 juta kepada Alvin. Dana itu diduga akan digunakan untuk melancarkan aksi makar pada Jumat (2/12).
(obs)