"Ada instruksi melalui Whatsapp. Semua anggota harus menahan diri, khususnya mereka yang ada di lokasi kejadian," tutur staf bidang hukum GMBI Fidelis Giawai melalui sambungan telepon, Jumat (13/1).
Fidelis mengatakan, lembaganya akan menunggu kepolisian mengusut pembakaran sekretariat GMBI di Ciampea, Bogor. Di sisi laini, pimpinan GMBI juga meminta anggota mereka bersiaga terhadap serangan ormas lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari pagi sampe bubar, kami duduk-duduk saja. Tidak benar kami berorasi saat salat berjamaah. Memang belakangan ada ada kericuhan, tapi anggota kami yang dipukuli," ujarnya.
"Sebelum kejadian ini kami tidak pernah bergesekan dengan FPI," kata Fidelis.
Februari 2015, GMBI melaporkan Abaraham Samad ke Bareskrim Polri atas dugaan kepemilikan senjata api tanpa izin. Abraham ketika itu menjabat Ketua KPK.
Pada tahun yang sama, GMBI juga pernah melaporkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ke Kejaksaan Tinggi Bandung atas tuduhan korupsi dana kegiatan Bandung Creative City Forum.
Di sisi lain, GMBI pernah melaporkan Tempo ke Bareskrim atas laporan investigasi rekening gendut sejumlah perwira tinggi kepolisian.
Lihat juga:'Hantu' Aksi Intoleran di Tahun Ayam Api |