"Memang demikian. Pejabat kepolisian sering diminta menjadi pembina perkumpulan. Itu merupakan suatu kehormatan untuk tujuan kebaikan," kata Rikwanto di Jakarta, Jumat (13/1).
GMBI merupakan satu dari sejumlah ormas yang beraksi di sekitar kantor Polda Jawa Barat saat kepolisian memeriksa pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, Kamis kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang ada tindak pidana, itu tanggung jawab pribadi," tutur Rikwanto.
Sementara itu, GMBI adalah ormas yang berpusat di Bandung. Kelompok itu kini dipimpin Fauzan Rahman.
Sebelum menjadi pemberitaan tengah pekan ini, GMBI tercatat pernah melaporkan sejumlah pejabat negara ke penegak hukum atas dugaan perbuatan pidana.
Februari 2015, GMBI melaporkan Abaraham Samad ke Bareskrim Polri atas dugaan kepemilikan senjata api tanpa izin. Abraham ketika itu menjabat Ketua KPK.
Pada tahun yang sama, GMBI juga pernah melaporkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ke Kejaksaan Tinggi Bandung atas tuduhan korupsi dana kegiatan Bandung Creative City Forum.
Di sisi lain, GMBI pernah melaporkan Tempo ke Bareskrim atas laporan investigasi 'rekening gendut' sejumlah perwira tinggi kepolisian.
Jumat pagi tadi, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus menyebut tidak ada satupun anggota GMBI menyerang simpatisan FPI di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, kemarin.
"FPI dan GMBI tidak ada benturan sebenarnya," tutur Yusri.