"Misalnya saya buat paspor dan dikenakan tarif jutaan, saya berani lapor. Jadi datang bersama petugas (Saber Pungli), kami yang menindak," kata Dwi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/1).
Dwi menuturkan hal tersebut menyusul pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai kendala penanganan pungli. Kemarin, Tito menuturkan aparat memerlukan barang bukti dan transaksi sebelum menggelar operasi tangkap tangan pada pelaku pungli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dua bulan terakhir, Tim Saber Pungli menerima 22 ribu laporan dugaan Pungli. Sementara itu, aparat menangkap tangan 81 terduga pelaku pungli.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan Saber Pungli akan terus bekerja hingga pungli benar-benar hilang dari Indonesia.
"Petunjuk presiden, pemberantasan pungli dilanjutkan sampai bersih," kata Wiranto.