"Twitter itu sifatnya pendapat pribadi. Ya silakan saja. Bukan untuk sependapat atau tidak," kata Wapres JK di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/1), seperti dilansir dari Antara.
Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa siapa saja boleh menyampaikan pendapat pribadinya selama tidak melanggar perundang-undangan. Wapres sendiri mengaku tidak masalah dengan apa yang disampaikan oleh SBY tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," demikian tweet tersebut.
Juru Bicara Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan apa yang disampaikan oleh SBY merupakan bentuk peringatan kepada masyarakat Indonesia soal hoax. Jangan sampai informasi fitnah yang ditujukan kepada suatu pihak kemudian dianggap sebagai informasi yang benar.
Sebagai tokoh nasional, SBY cukup sering mencuruhkan isi hati lewat twitter. Saat malam pergantian tahun SBY juga sempat mengunggah beberapa cuitan mengenai refleksi 2016.
Menurut Imelda, cuitan SBY juga merupakan salah satu bentuk imbauan kepada masyarakat Indonesia, terutama kepada warga Jakarta yang akan menyongsong Pilkada DKI 2017.
Lihat juga:SBY Beri Tiga Pesan untuk Agus Sebelum Debat |
"Kita tahu Februari ada Pilkada, memasuki masa akhir dan kita tidak berharap serangan kampanye hitam. Misalnya tudingan menggunakan spanduk yang klaim atas nama SBY. Atas kejadian yang seperti itu tidak sepakat," kata Imelda.