"(Diharapkan) mereka bertanding secara sehat, siap menang, siap kalah," kata Tito saat Rapat Koordinasi Nasional Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 di Jakarta, Selasa (31/1).
Tito menuturkan ketidaksiapan pasangan calon menghadapi kekalahan dapat menimbulkan potensi konflik. Pasangan calon ingin memenangkan perolehan suara dengan menghalalkan segala cara seperti kampanye hitam atau menjatuhkan pasangan calon lain dengan isu-isu negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sembilan diteruskan menjadi tindak pidana pemilu, sebagian besar lain bukan merupakan tindak pidana," jelasnya.
"Yang penting pemda, kejaksaan, TNI, Polri di samping Panwaslu dan Bawaslu yang sangat diharapkan jadi pendingan, wasit," katanya.
Hal ini Gatot katakan karena munculnya indikasi bahwa ada pihak-pihak tertentu yang ingin kembali pada Piagam Jakarta.
Gatot menyatakan kesiapan TNI untuk membantu Polri dalam menjaga keamanan pilkada. Respons terhadap informasi terkait potensi konflik atau ancaman keamanan harus cepat ditindaklanjuti.
"Dandem, Danrim, kalau terjadi apa-apa segera bantu tanpa laporan. Laksanakan dulu baru laporan," tegasnya.
(obs)