"Acara itu tanpa sepengetahuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan PWNU DKI Jakarta," kata Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta Mahfudz Asirun, Senin (6/2) seperti diberitakan Detikcom.
Hingga saat ini, warga NU di Jakarta, kata Mahfudz, masih tersinggung dan mengecam keras perlakuan Ahok terhadap pimpinan tertinggi NU Ma'ruf Amin dalam sidang pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara istighasah digelar kemarin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh NU yang selama ini mendukung Ahok, di antaranya Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, politikus Djan Faridz, dan pengasuh Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Nuril Arifin.
“NU itu cinta kepada Islam. NU tidak membedakan umat. NU itu plural,” ujar Djan.
Lebih lanjut, ia juga menyatakan warga NU bebas memilih calon gubernur pada 15 Februari mendatang. Ia berharap, calon yang dipilih berdasarkan hati nurani dan pertimbangan yang matang.
Dalam sambutannya, Ahok menyatakan rasa terima kasih atas digelarnya acara tersebut, serta dukungan dan doa yang diberikan.
"Tanpa doa, kami tidak mungkin melakukan tugas dengan baik," ujar Ahok. (sur/pmg)