Anies-Sandi yang awalnya berada di posisi terbawah, berhasil merangkak naik ke posisi dua dengan total dukungan sebesar 35,5 persen.
Ini berbanding terbalik dengan pasangan calon nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang elektabilitasnya terus mengalami penurunan. Dari 30,4 persen pada November 2016, menjadi 19,4 persen pada Februari 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Burhanuddin, salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan elektabilitas Anies-Sandi adalah terus meningkatnya persepsi pemilih atas citra personal Anies. Seperti perilaku yang ramah dan santun, serta pembawaan yang tegas dan berwibawa.
Burhanuddin menambahkan, iklim politik yang terus memanas antara pasangan calon nomor urut satu dan dua ikut memberi keuntungan bagi Anies-Sandi.
"Kalau kita lihat di media sosial, pendukung paslon nomor urut satu dan dua ini kan memang yang paling sering saling serang. Jadi, kalau saya lihat dari hasil survei, strategi Agus untuk 'menyerang' Ahok justru merugikan diri sendiri. Pasalnya, para undecided voters yang dia kira akan memberi dukungan padanya, justru beralih ke Anies," kata Burhanuddin.
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 2-8 Februari 2017. Survei melibatkan 621 responden yang diambil dengan metode stratified systematic sampling. Toleransi kesalahan (margin of error) survei sebesar 4,0 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (wis)