Masyarakat Kendeng memulai aksi mereka Jumat pagi sekitar pukul 6.00 WIB. Mereka menutup akses masuk ke dalam pabrik dengan cara meletakkan bambu dan kayu di tengah jalan.
"Kami kesal pabrik semen tidak mematuhi hukum. Izin lingkungan sudah dicabut, semua aktivitas sudah diminta berhenti tapi masih ada kegiatan proyek," ujar kordinator warga penolak pabrik semen, Joko Supriyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertentangan antara dua kelompok massa itu akhirnya berujung damai. Seluruh massa membubarkan diri pukul 16.00 WIB dengan pengawalan sejumlah personel Brimbob bersenjata api.
Kala itu Ganjar mengatakan, keputusan mencabut izin lingkungan sudah sesuai dengan yang diperintahkan oleh MA. Selanjutnya izin lingkungan dapat dilaksanakan apabila PT Semen Indonesia melengkapi persyaratan yang belum mereka penuhi.