Si Putih adalah kendaraan yang berfungsi sebagai mobil komando. Keberadaannya menarik perhatian karena tak pernah berhenti mengeluarkan pemberitahuan lewat pengeras suara yang berkekuatan tinggi.
Bagi orang-orang yang berada di sekitarnya, suara pengumuman atau peringatan dari Si Putih kerap memekakkan telinga. Betapa tidak, mobil bak terbuka yang telah dimodifikasi itu memiliki enam kotak pengeras suara dan delapan toa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Massa Aksi 112 Bubarkan Diri |
"Kepada Emje, ditunggu di mobil PPMI (Persaudaraan Pekerja Islam Indonesia)," ujar Ade, peserta Aksi 112 dari Miftaul Janah, Cibitung.
Lihat juga:Dukungan Batu Akik Tedjo untuk Aksi 112 |
"Si Putih, mobil komando, mokom sejuta umat," kata Daeng.
Mobil Komando saat Aksi Bela Islam 4 November 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Pers mau pinjam buat demo enggak apa-apa," ucapnya disusul tawa.
Si Putih memiliki tiga operator yang biasa disebut Tim DJ Mokom, yakni Dede Warsa, Unuk Nugraha, dan Dasan Supriyatna. Dalam aksi 112, Si Putih sudah bersiap dari semalam.
"(Si Putih) jadi arena selfie. (Ada peserta dari) Lampung, Kalimantan, Sumbar, Pekanbaru, Palembang, Kalimantan Tengah, Balikpapan, Makassar, Palu, Papua, bahkan turis luar negeri (berfoto bersamanya)," tutur Wahidin.
Bagi yang ingin 'mengajak' Si Putih beraksi, organisasi nonrekanan PPMI dapat menyewa dengan biaya Rp2,5 juta.
"Kalau organisasi rekanan, harga bisa dinegosiasikan," tambahnya.
Mobil Komando saat Aksi Bela Islam 4 November 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)